Friday, February 13, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeEventsRagam Buyer Dunia Padati TEI 2025, Cari Produk Indonesia Berkualitas Tinggi

Ragam Buyer Dunia Padati TEI 2025, Cari Produk Indonesia Berkualitas Tinggi

Kabupaten Tangerang – Gelaran pameran dagang internasional terbesar seIndonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, telah menuju akhir. Hingga Minggu siang, (19/10), telah tercatat sebanyak 8.045 buyer internasional dari 130 negara. Para buyer setia maupun buyer baru datang dari segala penjuru untuk mencari produk-produk berkualitas dari Indonesia. Seperti India, contohnya, yang kembali mendatangkan ratusan buyer di gelaran TEI tahun ini. India konsisten menempati jajaran teratas sebagai negara dengan jumlah buyer terbanyak yang datang.

Salah satunya adalah Director Devobiz Mohammed Rafi. Ia merupakan salah satu buyer yang kembali berkunjung di tahun ini. Mohammed mengatakan banyak peningkatan pada TEI 2025.

“Ada banyak peningkatan, mulai dari jumlah stan yang bertambah, model pertemuan dengan delegasi yang lebih baik, dan penyelenggaraan yang lebih rapi. Saya senang dengan pelayanan dan keramahtamahan dari Indonesia. Setiap tahun, kami mendapatkan pengalaman yang semakin baik. Hubungan antara India dan Indonesia makin menguat lewat TEI,” kata Mohammed.

Produk-produk yang diminati Mohammed meliputi kuliner, furnitur, arang, dan kertas. Ia senang membeli dari Indonesia karena produk-produknya berkualitas tinggi dan telah memiliki basis pasar yang kuat di India. Meski begitu, ia berharap agar TEI tahun depan bisa melibatkan lebih banyak perusahaan.

“Saya rasa, TEI selanjutnya harus menambah lebih banyak stan. Saat ini, kebanyakan stan yang kami temui berasal dari Jakarta. Indonesia adalah negara besar yang memiliki belasan ribu pulau, jadi perlu merepresentasikan perusahaannya di sini. Setidaknya, perlu ada 2.000–3.000 stan,” ujar Mohammed.

Malaysia juga menjadi negara yang buyer-nya banyak datang, seakan tidak mau kalah untuk berburu produk-produk terbaik Indonesia. General Manager Import and Export Division Mydin Norman Rajen Abdullah, menyatakan hadir di gelaran tahun ini karena perusahaannya, Mydin, sebagai jaringan ritel hypermarket mencari berbagai produk dari Indonesia untuk memenuhi pasar Malaysia.

Kesamaan gaya hidup dua negara menjadi salah satu alasan membeli produk Indonesia.
“Indonesia dan Malaysia memiliki gaya hidup yang serupa dengan mayoritas Muslim sehingga kepercayaan terhadap produk halal lebih tinggi dari negara lainnya. Hal itu menjadi salah satu alasan kami datang ke Indonesia,” ujar Rajen.

Rajen menyatakan, perusahaannya telah membeli berbagai jenis barang dari Indonesia seperti makanan dan sarung. Produk white label juga menjadi salah satu yang dicarinya.
Perusahaannya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia di gelaran TEI 2025 pada Rabu, (15/10) dan disaksikan Mendag Budi Santoso. Rajen mengatakan, perusahaannya akan terus mencari produk baru dari Indonesia, salah satunya melalui berbagai penjajakan bisnis (business matching) ke Indonesia.

Turun ke bawah garis khatulistiwa, buyer dari Australia juga berbondong-bondong datang ke gelaran TEI 2025. Salah satunya adalah Director ANZ Solaris Paper, Steve Nicholson. Ia terus datang ke TEI karena Indonesia memiliki produk bubur kertas dan kertas (pulp and paper) berkualitas tinggi. Tahun ini, perusahaannya menandatangani MoU senilai USD 230 juta dan berencana akan hadir lagi di TEI selanjutnya.

Selain buyer luar, pengunjung domestik turut antusias datang ke gelaran TEI 2025. Dery, seorang pengunjung asal Kuningan, Jawa Barat misalnya. Ia secara khusus datang ke Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten untuk mengunjungi TEI 2025 dan mencari referensi memulai bisnis. “Cukup menarik dan bermanfaat untuk kami yang ingin memulai bisnis.

Semoga tahun-tahun selanjutnya makin banyak buyer luar negeri yang hadir di TEI,” ujar Dery. TEI juga memiliki daya tarik bagi mahasiswa. Dinda dan Tegar yang masih berkuliah di Tangerang juga datang untuk mencari referensi bisnis di bidang kuliner. “Menurut saya, menarik untuk melihat sudut pandang bisnis secara lebih luas. Pameran ini bisa jadi referensi bagi kami untuk memulai usaha,” ujar Tegar.

TEI 2025 digelar pada 15–19 Oktober 2025 di ICE BSD City. Gelaran TEI 2025 bukan sekadar pameran dagang, melainkan juga ruang pertemuan lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, buyer, dan pengunjung umum. Hadirnya buyer yang datang berulang maupun pengunjung baru telah menunjukkan minat dan kepercayaan terhadap produk-produk Indonesia.

Sampai jumpa di TEI 2026. Gelaran TEI akan kembali digelar ke-41 kalinya pada 14—18 Oktober 2026. Mari nantikan gelaran tahun depan yang diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak peluang bisnis, inovasi, serta transaksi yang lebih besar demi mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments