Home Events Jakarta Film Week PROJECTLULU “Ghost Marks” Jakarta Fashion Week 2026

PROJECTLULU “Ghost Marks” Jakarta Fashion Week 2026

0

warnaplus.press – Projectlulu mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Ghost Marks di panggung Jakarta Fashion Week 2026, bertempat di Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Koleksi ini lahir dari gagasan

tentang perubahan yang tidak penah sepenuhnya menghapus sesuatu, melainkan meninggalkan memori halus yang melekat tanpa disadari. Setiap alur menyimpan jejak rupa sebelumnya, sebuah percakapan diam antara tubuh dan ingatan.

Dalam koleksi Ghost Marks, busana menjadi arsip dari proses transformasi. Setiap fungsi yang bergeser, setiap bentuk yang berubah, melahirkan karakter baru pada permukaannya. Seperti benda yang semakin hidup setelah digunakan, setiap bagian menyimpan tanda waktu. Di antara hilang dan bertahan, jejak itu berubah menjadi bahasa yang hanya dibaca oleh waktu, menuntun koleksi ini menelusuri ruang antara keberadaan dan ketiadaan, di mana setiap perubahan menjadi cara baru untuk mengingat.

Koleksi Ghost Marks mengartikulasikan identitas Projectlulu yang menegaskan pada eksplorasi teknik rancangan yang memungkinkan satu busana bertransformasi dan memiliki lebih dari satu

fungsi. Setiap potongan seperti fragmen ingatan yang bergeser, berubah, namun tetap saling terhubung. Koleksi ini bukan tentang masa lalu, melainkan tentang bagaimana jejak-jejak tersebut terus mengarahkan perjalanan dan evolusi ke depan.

Melalui enam tampilan, koleksi ini menghadirkan siluet khas dan transformasional sebagai inti dari bahasa desain Projectlulu, dengan fleksibilitas multi-styling yang memungkinkan setiap busana dikenakan ulang dengan cara berbeda.

Spektrum warna bergerak dari putih, bercak krem-coklat, menggelap menuju hitam, lalu bertransisi lembut ke dusty pink. Warna-warna awal yang terang menegaskan bentuk, kontras meningkat seiring pergeseran menuju nada yang lebih dalam, sebelum ditutup dengan keseimbangan lembut dusty pink. Koleksi ini memadukan tekstil berbahan cotton, nylon, wool blend, dan guilted parachute untuk menciptakan harmoni antara kenyamanan dan ketahanan. Beberapa rancangan hadir dengan elemen transformable seperti jaket dengan lengan yang dapat dilepas sebagian untuk beralih menjadi kemeja lengan pendek, celana yang dapat diubah menjadi jumpsuit tanpa lengan, serta vest yang dapat dimodifikasi dari siluet oversized menjadi fited. Pendekatan ini menegaskan visi Projectlulu yang berangkat dari keinginan untuk menjawab kebutuhan akan efisiensi dalam berpakaian, melalui desain yang multifungsi, adaptif, dan mudah dipadu-padankan.

Presentasi Ghost Marks diperkuat dengan aksesori dari Tha Official, label aksesori Indonesia yang memadukan desain kontemporer dengan sentuhan artisanal yang tegas dan berkarakter, menciptakan kesinambungan gestur tiap tampilan melalui detail yang beresonansi dengan narasi koleksi.

Lewat koleksi Ghost Marks, Projectlulu mengajak untuk memaknai kembali pandangan kita terhadap busana. Keindahan tidak selalu ada pada yang baru, tapi pada yang bertahan, berkelanjutan, dan terus hidup bersama pemiliknya.

Keterangan Desainer

Didirikan pada 2022, Projectlulu berakar pada praktik desain yang memandang busana sebagai pertemuan antara ritme, interaksi, dan ekspresi personal. Bahasa desain Projectlulu menekankan siluet yang khas, konstruksi yang adaptif, dan potensi styling yang luas. Setiap

rancangan dihuni dan diinterpretasikan pemakainya, menciptakan dialog antara bentuk, fungsi, dan narasi personal.

Di balik label ini, Lutfiana Rusda yang akrab disapa Lulu, membangun bahasa desainnya dari pengalaman menekuni musik sejak masa kecil hingga remaja. Awal perjalanan kreatifnya sebagai musisi membentuk ritme sebagai inspirasi, improvisasi, dan interaksi yang kini menjadi bagian dari setiap rancangannya.

Beranjak dari dunia musik, Lulu menapaki karier di bidang finansial korporat yang menumbuhkan ketajaman analisis dan ketelitian berpikir. Perjalanan ini memperkuat fondasinya dan membuka ruang untuk kembali menekuni jalur kreatif, dengan memusatkan perhatian pada desain busana. Untuk menguatkan dasar teknisnya, Lulu menempuh pendidikan di LPTB Susan Budihardjo.

Pada 2023, Lulu meraih Pemenang I Lomba Perancang Mode dengan koleksi Jati Diri, yang ditampilkan di panggung Jakarta Fashion Week 2024. Beberapa tahun berikutnya, eksplorasi kreatif melalui peragaan busana, kolaborasi, dan koleksi musiman untuk berbagai proyek kreatif memperluas bahasa desain Lulu sembari menyempumakan ciri khas desainnya yang terus berkembang.

Perjalanan Projectiulu berlanjut di panggung Jakarta Fashion Week 2026. Melalui koleksi “Ghost Marks” , Projectlulu menghadirkan siluet yang transformasional dan fleksibilitas styling yang membuka ruang bagi interpretasi personal. Setiap rancangan menelusuri ritme dan gerak khas Projectlulu, menghadirkan dialog antara bentuk dan makna yang merefleksikan evolusi bahasa desainnya.  (Icho)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version