Kabupaten Tangerang – Komitmen Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditunjukkan sejak hari pertama hingga hari terakhir gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke 40.
Sebelum resmi menutup TEI 2025 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Mendag Busan masih memberikan semangat dan memastikan UMKM mendapakan kontrak pembelian.
Kunjungan spontan dari Mendag Busan, yang berjalan ringan menyusuri Hall 2 hingga Hall 3a, menjadi simbol dukungan penuh pemerintah agar UMKM berani dan terus berjuang menembus pasar ekspor. Ia secara khusus mengucapkan selamat dan mengapresiasi kerja keras para peserta yang telah mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada buyer asing.
Salah satu stan yang menarik perhatian Mendag Busan adalah Si Bintang Buah, produk UMKM yang masuk dalam Program Pilihan Busan. Produk keripik buah asal Lampung ini telah berhasil mendapatkan pembeli dari Libya dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Produk ini sudah ikut Program Pilihan Busan. Sudah ikut TEI dan sudah mendapatkan buyer dari Libya. Sudah kirim juga ke Dubai. Mudah-mudahan terus berlanjut dan terus mendapatkan pasar baru. Keren, ya,” puji Mendag Busan.
Si Bintang Buah merupakan UMKM inovatif asal Lampung yang mengolah aneka buah lokal seperti pisang muli, nangka, pisang kepok, dan salak, menjadi keripik buah bernilai tambah tinggi. Proses pengolahan keripiknya dilakukan secara khusus dengan teknik penggorengan hampa udara (vacuum frying) selama kurang lebih 1,5 jam. Hasilnya, keripik berkualitas tinggi dengan cita rasa otentik, tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan bebas gluten.
Dalam kunjungannya, Mendag Busan aktif berinteraksi untuk memastikan UMKM mendapatkan hasil konkret. “Gimana, sudah dapat pembeli?” tanyanya kepada setiap peserta yang ditemui, termasuk Falila, Digital Marketing dari PT Well Maira Food.
Falila menjawab, ada buyer potensial yang tertarik. “Alhamdulillah, Pak. Kemarin ada calon buyer dari Jepang yang tertarik dengan produk kami,” kata Falila.
Falila juga menyambut baik kunjungan dan dorongan semangat langsung dari Mendag Busan ini. “Kami mengharapkan dukungan penuh pemerintah, khususnya bagi UMKM yang berorientasi ekspor. Kami berterima kasih atas kunjungan dan dukungan Pak Mendag ke stan kami,” ujar Falila, seraya mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan moral yang diberikan.
Stan lain yang dikunjungi Mendag Busan, yaitu Forest (produk minuman bubuk business to business), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), stan milik UMKM Kabupaten Rewako dari Sulawesi Selatan, Kopi Kintamani, Bambu Bangli, Jakarta Preneur, serta stan kementerian dan lembaga pendukung seperti Kementerian UMKM, Bank Mandiri, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit, Koperasi Desa Ekspor, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Kunjungan di hari penutupan ini membuktikan komitmen Mendag Busan. Ia menutup TEI 2025 dengan menegaskan bahwa Pemerintah tidak berhenti sampai di sini dan akan terus melakukan monitoring. Ia mengatakan, pemerintah akan terus melakukan pendampingan, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, terus kita perjuangkan. Ia berharap UMKM Indonesia semakin banyak yang bisa menembus pasar ekspor.