HomeEventsNEU Men di Panggung JMFW 2026: Padukan Wastra Lokal, Fesyen Pria Kasual,...

NEU Men di Panggung JMFW 2026: Padukan Wastra Lokal, Fesyen Pria Kasual, dan Pemberdayaan Komunitas

Jakarta – Pagelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 telah memasuki hari ketiga dengan menampilkan beragam karya desainer terbaik tanah air. Tidak hanya koleksi modest fashion wanita, panggung JMFW juga menjadi panggung bagi koleksi modest fashion pria yang inovatif.

Salah satu jenama yang menarik perhatian adalah NEU Men, jenama busana pria asal Bandung yang sukses memadukan wastra Indonesia dengan sentuhan gaya kasual yang modern. Kehadiran NEU Men di JMFW 2026 menjadi sorotan berkat konsep desainnya yang sederhana, namun sarat makna. Setiap busana yang ditampilkan mewakili semangat pria masa kini: aktif, berkarakter, dan bangga akan akar budaya lokal.

Di balik setiap jahitan yang berkelas, NEU Men membawa kisah inspiratif tentang pemberdayaan komunitas. Pendiri NEU Men, Ashraf Fauzan Ramdhani, menjelaskan, proses produksi sejumlah koleksinya melibatkan lima ibu rumah tangga di kawasan Buah Batu, Bandung.

Para ibu ini, yang diberi pelatihan menyulam melalui lokakarya sederhana, bekerja secara fleksibel dari rumah. Mereka menghasilkan sulaman bernilai tinggi di sela-sela kesibukan mengurus keluarga, menjadikan setiap helai busana NEU Men sebagai simbol kerja keras dan ketekunan perempuan Indonesia.

Ashraf mengungkapkan, busana bukan sekadar pakaian, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan dan nilai kehidupan. Ia ingin membuktikan bahwa fesyen pria yang santun dapat tampil modern tanpa meninggalkan nilai budaya dan spiritualitas. “Kami ingin menciptakan sesuatu yang baru untuk pria—paduan antara gaya kasual, formal, dan identitas Indonesia,” ujar Ashraf.

Ciri khas NEU Men terletak pada teknik patchwork—perpaduan bahan polos dan motif wastra yang disusun harmonis. Inovasi ini menciptakan busana yang fleksibel, cocok dikenakan untuk aktivitas kasual maupun formal.

Jenama ini menawarkan inovasi fungsional. Beberapa koleksi kemeja dilengkapi dengan kerah yang dapat dilepas. Fitur ini memberikan dua gaya berbeda (regular dan shanghai) dalam satu potongan kemeja, menjawab kebutuhan pria modern yang ingin tampil dinamis dan rapi di berbagai suasana.

Tidak hanya puas di pasar domestik, NEU Men juga mulai menapaki peluang ekspor. Berkat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan, jenama ini akan berpartisipasi dalam ajang Global Sourcing Expo di Melbourne, Australia, pada 18–20 November 2025. Produk yang dibawa telah disesuaikan secara khusus dengan permintaan dan selera pasar luar negeri.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menyampaikan ajang JMFW 2026 menjadi bukti nyata kreativitas dan keberanian untuk berinovasi mampu membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi pelaku fesyen nasional.

“Kolaborasi antara desainer muda, pengrajin lokal, dan dukungan pemerintah menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem fesyen nasional dan internasional,” ujar Puntodewi.

Kisah NEU Men, dari tangan-tangan terampil ibu-ibu di Buah Batu hingga langkah para model di runway JMFW yang menampilkan hasil ketekunan dan ide, menjadi simbol perjalanan panjang kreativitas anak bangsa. Ini adalah wujud harapan baru bahwa modest fashion pria Indonesia siap bersaing di pasar dunia dengan identitas dan kebanggaannya sendiri.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments