Jakarta, 22 Desember 2025 warnaplue.press — Kehadiran kereta cepat telah mengubah cara masyarakat Jakarta bepergian ke Bandung, dengan menawarkan alternatif perjalanan yang lebih cepat, senyap, dan dan efisien. Namun, bagi banyak penumpang, perjalanan tidak berhenti di gerbang stasiun. Setelah keluar dari stasiun, kepadatan lalu lintas perkotaan kerap mengurangi kenyamanan tahap akhir perjalanan, dengan kembali menghadirkan kebisingan, emisi, serta kondisi jalan yang kurang mulus.

awal dan akhir di sekitar transportasi umum masih sangat bergantung pada kendaraan konvensional berbahan bakar bensin. Berdasarkan laporan inventarisasi emisi Jakarta, sektor transportasi menyumbang sekitar 46% dari total emisi kota, dengan kendaraan jalan raya sebagai
kontributor terbesar, terutama di kawasan perkotaan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
emisi kendaraan bermotor serta tingkat kemacetan di kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti stasiun, kawasan komersial, dan pusat kegiatan perkotaan.
Isu ini semakin mengemuka seiring meningkatnya perjalanan jarak dekat antara Jakarta dan kotakota sekitarnya. Konektivitas kereta yang semakin cepat mendorong frekuensi perjalanan untuk
keperluan bisnis, liburan singkat, maupun perjalanan akhir pekan. Namun, ketika tahap akhir perjalanan masih bergantung pada kendaraan konvensional di kawasan padat lalu lintas, sebagian manfaat lingkungan dan kenyamanan yang ditawarkan perjalanan kereta menjadi tidak
sepenuhnya optimal.
Dalam hal ini, meningkatnya kebutuhan akan perjalanan yang lebih bersih dan nyaman, mobilitas listrik mulai memainkan peran nyata di Stasiun KCIC Halim, terminal Jakarta untuk Kereta Cepat
Indonesia–China (Whoosh). Mulai 18 Desember 2025, Green SM resmi beroperasi di stasiun ini dengan menghadirkan layanan taksi listrik penuh bagi penumpang yang bepergian dari dan menuju stasiun. Layanan ini beroperasi dari area penjemputan khusus di dalam kawasan stasiun, memungkinkan transisi perjalanan yang lebih praktis dan bebas repot.
Selain mempertimbangkan faktor lingkungan, faktor operasional turut menentukan efektivitas layanan first-mile dan last-mile. Kendaraan Green SM yang melayani Stasiun Whoosh Halim tidak terdampak kebijakan ganjil-genap Jakarta, sehingga membantu mengurangi ketidakpastian waktu tempuh, terutama pada jam sibuk ketika kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun meningkat.
Kehadiran taksi listrik di Stasiun Whoosh Halim selaras dengan karakter kereta cepat yang sepenuhnya bertenaga listrik. Jika elektrifikasi kereta mampu menekan emisi secara signifikan dalam perjalanan antarkota, maka perluasan mobilitas listrik memungkinkan manfaat tersebut
berlanjut setelah penumpang meninggalkan stasiun. Dengan demikian, pengalaman perjalanan rendah emisi dapat dirasakan secara lebih menyeluruh, dari awal hingga akhir perjalanan.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan penumpang yang mengutamakan waktu, kenyamanan, dan tanggung jawab
lingkungan. “Seiring perjalanan kereta yang semakin cepat dan efisien, perhatian juga perlu diberikan pada pengalaman penumpang setelah turun dari kereta. Melalui kolaborasi Green SM dengan Stasiun Whoosh Halim, kami ingin mendukung perjalanan yang lebih mulus sejak penumpang tiba hingga mencapai tujuan akhir. Kami berharap setiap perjalanan bersama Green SM terasa nyaman dan menyenangkan, khususnya di momen libur akhir tahun ketika mobilitas
masyarakat meningkat,” ujar Deny.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa KCIC terus berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan dan transportasi hijau melalui beberapa inisiatif. Salah satunya dengan menggandeng Green SM sebagai moda
transportasi lanjutan yang ramah lingkungan. “KCIC memandang pengembangan kereta cepat
tidak dapat dipisahkan dari penguatan konektivitas first-mile dan last-mile yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan Green SM ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten, ramah lingkungan, dan nyaman dari stasiun hingga tujuan akhir penumpang,” ujar Eva.
Seluruh armada Green SM menggunakan 100% mobil listrik VinFast yang menghasilkan nol emisi knalpot dan tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Penggunaan kendaraan listrik VinFast, yang didukung oleh standar kondisi armada yang terjaga serta
pengelolaan mitra pengemudi yang profesional, menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, bersih, dan konsisten. Sistem tarif yang transparan melalui aplikasi, serta alur layanan yang
jelas dan dapat diprediksi, menjadikan Green SM sebagai pilihan mobilitas yang praktis, andal, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan perjalanan perkotaan sehari-hari.
Sebagai bagian dari peluncuran layanan di Stasiun Whoosh Halim, Green SM menghadirkan promo diskon 15% hingga Rp50.000 untuk perjalanan menuju dan dari stasiun Whoosh Halim. Pengguna baru juga dapat menikmati total potongan hingga Rp150.000 melalui program promo
awal, sebagai upaya mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan
Seiring Jakarta terus berinvestasi dalam sistem transportasi yang lebih bersih, fokus pembangunan mobilitas tidak lagi semata tentang mempercepat perpindahan antarkota. Kini, perhatian juga
tertuju pada bagaimana setiap tahap perjalanan dari awal sampai akhir dapat mencerminkan standar efisiensi, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan yang sama. (Icho)