Home Events Medan Film Festival Vol. 3 Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Medan Jadi Barometer...

Medan Film Festival Vol. 3 Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Medan Jadi Barometer Perfilman Nasional

0

Medan — Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 resmi dibuka hari ini di BINUS University Medan dan Serayu Coffee, menghadirkan rangkaian pemutaran film, diskusi sinema, workshop, dan temu komunitas yang merayakan tema besar tahun ini, “Remembering Future”. Tema tersebut membawa gagasan bahwa film adalah ruang pertemuan antara memori, bunyi, dan visual yang menuntun kita membayangkan arah baru sinema.

Pembukaan festival diawali dengan sambutan Direktur BINUS University Medan, Tri Juniarti, yang menegaskan peran institusi pendidikan dalam mendukung ruang kreatif di Medan. Direktur Festival, Andi Hutagalung, bersama Festival Programmer, Dr. Daniel Irawan, turut menekankan pentingnya festival ini sebagai ruang dialog bagi sineas muda dan komunitas kreatif. Kehadiran Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah Agam, memperkuat relevansi MFF dalam pengembangan ekosistem film daerah. Dalam wawancara singkatnya, ia menegaskan bahwa Medan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu barometer perfilman nasional.

“Identitas lokal Medan kuat, dan festival seperti ini bisa melahirkan talenta baru,” ujarnya. Acara pembukaan juga dihadiri Konsul Jenderal India untuk Sumut, Mr. Ravi Shanker Goel, yang memberikan dukungan atas kolaborasi lintas negara dalam dunia film.

Setelah pembukaan, rangkaian acara dimulai dengan pemutaran film “Angkas” dari Filipina, dilanjutkan diskusi “Scriptwriting with Box Office Potential” bersama Alim Sudio, Embart Nugroho, dan Hasan Al Banna. Pada sesi berikutnya, film pendek “Adegan Ciuman” turut diputar sebelum diskusi “Crafting Sound in Visual” menghadirkan sutradara Malaysia Mark Lee, Dr. Daniel Irawan, dan Erucakra Mahameru. Hari pertama di BINUS ditutup melalui workshop penulisan skenario bersama Alim Sudio yang diikuti secara antusias oleh peserta.

Pada malam hari, Serayu Coffee menjadi lokasi kedua rangkaian kegiatan dengan pemutaran film pendek “Tarian Gajah”, “Jojo” dan “Terpaksa Liar”, disusul sesi diskusi Aceh Documentary bersama para pembuat film sebagai bentuk kolaborasi antara MFF dengan Aceh Film Festival. Program Fright Night turut menghadirkan film “Kuasa Gelap” sebelum “Hikayatussistance” menjadi penutup hari pertama.

Melalui penyelenggaraan ini, pemerintah berharap Medan Film Festival dapat menjadi ruang tumbuhnya sineas baru, memperkuat jejaring kreatif, dan membawa identitas lokal Medan serta Sumatera Utara ke tingkat nasional maupun regional.

Festival akan berlanjut besok, 23 November 2025, di Maple Theater Grand City Hall Medan dengan pemutaran film internasional, diskusi bersama Wali Kota Medan, dan penutupan resmi festival.
___
Tentang Medan Film Festival (MFF)

Medan Film Festival (MFF) adalah festival film independen yang diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem kreatif di Kota Medan. Festival ini bertujuan untuk membuka ruang bagi para sineas lokal dan internasional untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, serta mengenalkan film sebagai seni yang menghubungkan berbagai budaya dan latar belakang. Sejak pertama kali diadakan, MFF telah menjadi platform penting untuk pengembangan industri perfilman di Medan dan sekitarnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version