HomeBreaking NewsK-Pop merajai Dunia, Indonesia Diminta Benahi Ekosistem Musik dalam negeri

K-Pop merajai Dunia, Indonesia Diminta Benahi Ekosistem Musik dalam negeri

Fenomena dominasi musisi asing, terutama dari Korea Selatan, dalam industri hiburan global turut menjadi perhatian para pelaku musik di Indonesia. Dalam momentum Hari Musik Nasional dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh Cita Svara Indonesia kemarin sore, musisi dan konduktor ternama Addie MS menilai kondisi ini seharusnya menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk membangun fondasi industri musik yang lebih kuat.

Menurut Addie MS, kesuksesan industri hiburan Korea Selatan yang kini mendunia tidak terjadi secara instan. Ia menilai fenomena gelombang budaya Korea atau Korean Wave merupakan hasil strategi panjang yang sudah dirancang sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau kita lihat sekarang, Korea sudah membangun ekonomi kreatifnya sejak tahun 1990-an melalui Hallyu atau Korean Wave,” ujar Addie MS.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di Korea Selatan tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lain seperti film, drama, fashion hingga kuliner. Semua sektor tersebut saling terhubung dan memperkuat pengaruh budaya Korea di dunia.

“Ekonomi kreatif mereka itu terintegrasi. Ada musik, film, drama, fashion, kuliner, semuanya ditata sejak puluhan tahun lalu,” katanya.

Karena itu, menurut Addie MS, respons terhadap dominasi budaya pop Korea tidak bisa hanya sebatas rasa resah. Ia menilai meniru langkah Korea dengan cara instan juga bukan solusi yang tepat.

“Kita tidak bisa hanya resah lalu berpikir kalau Korea bisa memproduksi banyak artis setiap tahun, kita juga harus melakukan hal yang sama. Cara seperti itu tidak akan berhasil,” ujarnya.

Ia menilai industri hiburan global berjalan mengikuti mekanisme pasar yang sangat kuat. Popularitas sebuah artis atau grup musik pada akhirnya ditentukan oleh permintaan publik yang terbentuk melalui strategi industri yang matang.

Sebagai contoh, ia menyoroti besarnya fanbase yang dimiliki grup K-Pop seperti BTS. Menurutnya, loyalitas penggemar tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui strategi kreatif yang terencana.

“Lihat saja fanbase seperti ARMY yang begitu fanatik terhadap BTS. Itu tidak terjadi begitu saja. Semua diciptakan, didesain, dan dikelola dengan sangat serius,” jelasnya.

Meski demikian, Addie MS mengaku sebagai musisi ia juga tidak menutup diri terhadap pengaruh global tersebut. Ia bahkan pernah membawakan aransemen lagu BTS dalam format orkestra saat tampil dalam sebuah festival musik di Korea Selatan.

Menurutnya, pendekatan yang lebih realistis bagi musisi Indonesia adalah belajar dari fenomena tersebut dan mengambil hal positif yang bisa dikembangkan.

“Kalau tidak bisa mengalahkan mereka, ya kita belajar saja. If you cannot beat them, you join them,” ujarnya.

Di sisi lain, Addie MS menilai Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam industri musik. Salah satu modal utama adalah ukuran pasar yang sangat besar.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia menjadi salah satu pasar musik terbesar di kawasan Asia Tenggara. Potensi ini, menurutnya, seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku industri musik.

“Kalau dihitung saja berapa persen dari penduduk Indonesia yang menjadi penikmat musik, jumlahnya sudah sangat besar. Banyak negara ASEAN tidak punya pasar sebesar ini,” katanya.

Selain pasar yang luas, Addie MS juga melihat banyak bakat muda Indonesia yang sangat menjanjikan. Ia menilai generasi muda saat ini memiliki keunggulan karena akses belajar musik yang jauh lebih mudah dibandingkan generasi sebelumnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat berbagai sumber pembelajaran dapat diakses secara luas melalui internet. Mulai dari video tutorial, kelas daring hingga masterclass dari musisi dunia kini bisa dipelajari dengan mudah.

“Sekarang semuanya ada. YouTube, kursus online, masterclass. Anak muda bisa belajar apa saja dari situ,” ujarnya.

Ia bahkan menceritakan pengalaman pribadi melihat kemampuan generasi muda yang berkembang pesat berkat akses teknologi tersebut.

“Ponakan saya main gitar sangat bagus. Saya tanya belajar dari mana, katanya dari YouTube. Bayangkan, dari YouTube saja bisa berkembang seperti itu,” tuturnya.

Karena itu, Addie MS menilai generasi muda Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang di industri musik jika didukung kerja keras serta ekosistem yang tepat.

“Saya melihat banyak sekali bakat hebat dari anak muda sekarang. Tinggal bagaimana mereka bekerja keras dan mengembangkan potensi itu sebaik mungkin,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments