HomeSportsGaruda Baru Indonesia Menangi SCWC 2026: Dari Jalanan Menuju Juara Dunia

Garuda Baru Indonesia Menangi SCWC 2026: Dari Jalanan Menuju Juara Dunia

Jakarta . Tim Garuda Baru yang mewakili Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield di Mexico City, Meksiko. Indonesia memastikan gelar juara usai mengalahkan Argentina melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 pada partai final, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Pertandingan final digelar di Parque Ecológico Lago de Texcoco – Zona del Lago de Texcoco, Estado de México pada Kamis malam, 14 Mei 2026 (waktu Meksiko).

Kemenangan ini menjadi capaian bersejarah bagi Garuda Baru sekaligus melampaui pencapaian terbaik Indonesia sebelumnya di ajang SCWC. Pada partisipasi di SCWC Rusia 2018, tim putra Indonesia berhasil melaju hingga babak semifinal. Sementara pada SCWC 2026, Garuda Baru sukses membawa pulang gelar juara kategori Boys Shield.

Founder Garuda Baru Mahir Bayasut menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang sebelumnya dilakukan secara kolaboratif oleh Yayasan Sahabat Anak (YSA), Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), dan Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM).

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang aman untuk membangun karakter, harapan, dan masa depan anak-anak. Lebih dari sekadar trofi, Garuda Baru membawa pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat,” jelas Mahir.

Partai final berlangsung ketat sejak awal pertandingan yang dimainkan dalam dua babak masing-masing delapan menit. Indonesia unggul lebih dulu melalui gol Raehan Alfarezi pada menit keenam babak pertama. Argentina kemudian menyamakan kedudukan pada menit kedelapan babak kedua sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Pada babak penentuan, Raehan Alfarezi, Aryo Topan Artha Gading, dan Deno Mazra Rasyid sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Sementara penjaga gawang Samuel Steven Siagian menjadi penentu kemenangan setelah berhasil menepis tendangan terakhir pemain Argentina dan memastikan Indonesia keluar sebagai juara.

Pada laga final, Garuda Baru menurunkan Samuel Steven Siagian sebagai penjaga gawang, Deno Mazra Rasyid dan Aryo Topan Artha Gading di lini pertahanan, serta Danar Saputra, Dino Siswanto, dan Izul Hamid di sektor tengah. Raehan Alfarezi dipercaya sebagai ujung tombak di lini depan. Sementara bangku cadangan diperkuat oleh Rizki Firmansyah, Javasha, dan Mohamad Azriel Aliansyah.

Pelatih Kepala Tim Garuda Baru, Paulus Lodwyk Jacobz yang akrab disapa Coach Lodi mengatakan, “Sejak awal kami mempersiapkan anak-anak ini secara menyeluruh, mulai dari taktik, fisik, hingga mental untuk menghadapi setiap pertandingan, termasuk final. Anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan disiplin dan menunjukkan semangat pantang menyerah sampai akhir laga. Kami juga mempersiapkan strategi untuk skenario adu penalti dan sudah menunjuk algojonya sejak sesi latihan,” ujarnya.

Keberangkatan Tim Garuda Baru ke SCWC 2026 juga mendapat dukungan dari pemerintah. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan dukungan penuh bagi keberangkatan tim dalam ajang internasional tersebut. Dukungan itu menegaskan bahwa partisipasi anak-anak di SCWC bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk membuka akses masa depan yang lebih baik melalui pendidikan, pengembangan diri, dan pembinaan karakter.

Coach Lodi menambahkan, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari lingkungan rentan juga mampu berprestasi di panggung dunia ketika mendapatkan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang tepat. “Kami bangga karena mereka tidak hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga membawa nama Indonesia dan pesan positif tentang harapan serta masa depan anak-anak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenhan RI atas dukungan penuh bagi tim Garuda Baru untuk keberangkatan ke SCWC 2026 ini. Juga terima kasih kepada Dispora DKI Jakarta atas dukungan dan fasilitas training camp yang diberikan,” jelas Coach Lodi.

Perjalanan Garuda Baru dari Fase Kualifikasi hingga Menjadi Juara

Foto 2, Pemain Tim Garuda Baru Indonesia merayakan bersama tim Argentina usai partai final Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield di di Parque Ecológico Lago de Texcoco – Zona del Lago de Texcoco, Estado de México, Meksiko, Kamis (14/5/2026) waktu setempat. Pertandingan final berlangsung ketat sebelum Indonesia memastikan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Pemain Tim Garuda Baru Indonesia merayakan bersama tim Argentina usai partai final Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield di di Parque Ecológico Lago de Texcoco – Zona del Lago de Texcoco, Estado de México, Meksiko, Kamis (14/5/2026) waktu setempat. Pertandingan final berlangsung ketat sebelum Indonesia memastikan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Pada penyelenggaraan di Mexico City 2026, SCWC menggunakan sistem baru dengan membagi tim menjadi dua grup turnamen yang terpisah, yakni Boys Cup dan Boys Shield. Pembagian kedua kategori ini melalui fase kualifikasi, dimana setiap tim menjalani dua laga awal untuk menentukan fase berikutnya masuk ke grup Boys Cup atau Boys Shield. Sebanyak delapan tim dengan nilai tertinggi di fase kualifikasi masuk ke grup kategori Boys Cup, sedangkan tujuh tim lainnya masuk ke grup kategori Boys Shield.
Perjalanan Garuda Baru menuju gelar juara tidak berlangsung mudah, karena sempat tersingkir pada kategori utama Boys Cup setelah kalah menghadapi Pakistan dan India di fase kualifikasi awal. Sehingga meskipun kalah di fase kualifikasi, Indonesia bersama enam tim lainnya yakni Argentina, Hungaria, Chile, Meksiko, USA, dan Mexico Equipo Ikoots (komunitas Indigenous People di Meksiko) tetap melaju ke fase grup kategori Boys Shield.

Di fase grup Boys Shield, Garuda Baru justru tampil menjanjikan dan berhasil menempati posisi kedua klasemen akhir di bawah Argentina. Indonesia mencatatkan dua kemenangan saat menghadapi Meksiko dan Chile, serta dua hasil imbang melawan Argentina dan Mexico Ikoots. Indonesia dan Argentina sama-sama mengoleksi 10 poin, namun Argentina unggul selisih gol setelah mencetak sembilan gol dan kebobolan lima kali, sementara Indonesia mencetak delapan gol dan kebobolan empat kali.

Di babak semifinal Boys Shield, Indonesia tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Hungaria lewat gol yang dicetak oleh Topan, Danar, Izul dan Rizky untuk memastikan langkah ke final. Pada partai puncak, Garuda Baru kembali bertemu Argentina yang sebelumnya mengalahkan Chile di semifinal.

Sedangkan di kategori Boys Cup, tim Brazil memastikan gelar juara setelah mengalahkan tim India di babak final dengan skor 4-3.

Sportivitas dan Pendidikan Karakter di SCWC 2026

Di fase grup Boys Shield, tim Garuda Baru berhasil mengumpulkan poin tidak hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga melalui sistem kartu hijau yang diterapkan di SCWC. Dalam turnamen ini, kartu hijau diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perilaku positif dan sportivitas pemain di lapangan. Indonesia memperoleh empat kartu hijau besar yang memberikan tambahan total dua poin, setelah menunjukkan sikap pantang menyerah, semangat bertanding, serta menjawab tantangan wasit untuk melakukan selebrasi bersama lawan baik saat mencetak gol maupun kebobolan.

Selain kartu hijau, SCWC juga menerapkan kartu biru sebagai bentuk peringatan awal sebelum kartu kuning diberikan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Dalam sistem pertandingan ini, pemain yang menerima kartu kuning harus keluar lapangan selama dua menit dan digantikan pemain lain, sedangkan kartu merah membuat tim harus bermain dengan enam pemain selama tiga menit sebelum pergantian pemain dapat dilakukan. Sistem tersebut merupakan bagian dari pendekatan pendidikan karakter melalui olahraga yang dikembangkan oleh Futbolmas.

Membawa Nama Indonesia dan Suara Anak ke Panggung Dunia

Foto 3, Pertandingan final Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield antara Indonesia melawan Argentina di Parque Ecológico Lago de Texcoco – Zona del Lago de Texcoco, Estado de México, Meksiko, Kamis (14/5/2026) waktu setempat berlangsung ketat. Tim Garuda Baru Indonesia berhasil keluar sebagai juara setelah menang adu penalti 3-2.
Pertandingan final Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield antara Indonesia melawan Argentina di Parque Ecológico Lago de Texcoco – Zona del Lago de Texcoco, Estado de México, Meksiko, Kamis (14/5/2026) waktu setempat berlangsung ketat. Tim Garuda Baru Indonesia berhasil keluar sebagai juara setelah menang adu penalti 3-2.

Kapten Tim Garuda Baru, Aryo Topan Artha Gading, mengatakan kemenangan ini menjadi bukti bahwa anak-anak dari lingkungan rentan juga mampu membawa nama Indonesia di panggung dunia. “Perjalanan ini mengajarkan kami untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun. Kami datang bukan hanya untuk bermain sepak bola, tetapi juga membawa suara anak-anak Indonesia agar lebih didengar. Kemenangan ini kami persembahkan untuk semua anak yang masih berjuang mendapatkan lingkungan yang aman dan masa depan yang layak,” ujarnya.

Topan menambahkan, “Saya dan teman-teman senang dan bangga bisa mengantar Indonesia ke laga Final. Kami bermain dengan percaya diri untuk menang dan membawa nama baik Indonesia di kancah dunia. Argentina bermain cepat dan sempat mengembalikan semangat mereka saat mampu membalas 1 gol di waktu normal. Tapi kami berhasil memenangkan pertandingan lewat adu penalti,” ujar Topan.

Manajer Tim Garuda Baru Jessica Hutting menegaskan bahwa kemenangan tersebut memiliki makna yang lebih besar dari sekadar hasil pertandingan.

“Garuda Baru bukan hanya tentang sepak bola. Anak-anak ini menunjukkan bahwa ketika diberikan ruang aman, kesempatan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu berkembang dan menjadi inspirasi. SCWC menjadi ruang bagi mereka untuk menyampaikan pengalaman hidup sekaligus memperjuangkan hak anak di tingkat global,” ujar Jessica.

SCWC 2026 menjadi partisipasi keempat Indonesia dalam ajang Street Child World Cup setelah sebelumnya mengikuti SCWC Brasil 2014 dengan tim putra dan putri, Rusia 2018 dengan tim putra, serta Qatar 2022 melalui tim putri. Melalui kemenangan ini, Garuda Baru tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga memperkuat kampanye “Safe Environment, Safe Childhood” di panggung internasional. Dari Jakarta hingga Mexico City, Garuda Baru membawa pesan bahwa setiap anak berhak hidup aman, didengar suaranya, dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
*Selesai*

Tentang Garuda Baru – Indonesia Road to Street Child World Cup 2026

Garuda Baru merupakan pembinaan berbasis olahraga yang diinisasi oleh tiga lembaga non profit yakni Yayasan Sahabat Anak (YSA), Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), dan Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM). Program ini mempersiapkan anak-anak dari lingkungan rentan untuk berpartisipasi dalam Street Child World Cup (SCWC) 2026, sebuah ajang sepak bola internasional sekaligus forum advokasi global bagi anak-anak yang memiliki pengalaman hidup dalam kerentanan sosial. SCWC pertama kali diselenggarakan pada 2010 dan berlangsung setiap empat tahun menjelang Piala Dunia FIFA, dengan tujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan hak mereka atas pendidikan, perlindungan, kesehatan, serta kehidupan yang layak.

Menuju SCWC 2026 di Mexico City, Meksiko, program Garuda Baru menyeleksi 170 anak dari berbagai komunitas di Jakarta dan sekitarnya hingga terpilih 10 pemain terbaik untuk mewakili Indonesia. Selain kemampuan sepak bola, para pemain juga dibekali pelatihan karakter, kepemimpinan, dan komunikasi untuk menyuarakan hak anak di tingkat global. Keikutsertaan di SCWC 2026 menjadi partisipasi keempat Garuda Baru setelah sebelumnya tampil di Brasil 2014, Rusia 2018, dan Qatar 2022.

Melalui partisipasi ini, Indonesia mengusung kampanye hak anak atas lingkungan yang layak, termasuk akses air bersih, sanitasi, ruang bermain aman, dan perlindungan dari kekerasan. Lewat semangat Safe Envirnment, Safe Childhood, Garuda Baru menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang aman sekaligus sarana memperjuangkan masa depan anak yang lebih baik.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments