Jakarta, Februari 2025 – Dalam industri otomotif global yang tengah mengalami transformasi besar, BYD menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai keunggulan kompetitif, melainkan sebagai DNA yang membentuk seluruh arah pengembangannya. Sejak awal, BYD membangun setiap inovasi dengan satu prinsip utama bahwa teknologi harus menjawab kebutuhan masa depan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan sesuai dengan semangat “Technological Innovation for a Better Life”.
DNA teknologi ini mendorong BYD untuk melampaui batas konvensional otomotif. Kendaraan tidak lagi dipahami sebagai kumpulan komponen, tetapi sebagai sistem cerdas yang dirancang
untuk bekerja secara presisi, adaptif, dan berkelanjutan dalam kondisi nyata. Setiap pengembangan dimulai dari satu fondasi fundamental yaitu bagaimana teknologi dapat bekerja
lebih cerdas bagi penggunanya, di setiap perjalanan dalam berbagai kondisi.
Sebagai perusahaan teknologi global, BYD mengintegrasikan riset, pengujian, dan keseluruhan proses produksi dalam satu ekosistem inovasi yang utuh. Pendekatan ini memungkinkan
terjadinya lompatan teknologi bukan hanya peningkatan bertahap, di mana sistem penggerak, struktur kendaraan, dan kecerdasan kontrol dirancang secara simultan sebagai satu kesatuan
yang saling menguatkan.
Komitmen terhadap DNA teknologi BYD tidak hanya tercermin pada kendaraan yang dihadirkan, tetapi juga melalui upaya membangun dialog dan edukasi publik. Melalui sesi Technology Talk
yang secara konsisten digelar di berbagai perhelatan otomotif, BYD membuka ruang untuk memperkenalkan lebih jauh evolusi dan arah pengembangan teknologi kendaraan listriknya,
termasuk pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
“Sebagai perusahaan teknologi global, BYD percaya bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi. DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi,
kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten. Pada sesi Technology Talk BYD hari ini, kami mengajak rekan-rekan untuk mengenal lebih jauh evolusi teknologi BYD, salah satunya adalah pengembangan e-Platform yang terus berevolusi dan menjadi landasan bagi berbagai terobosan kendaraan listrik BYD dari waktu ke waktu.” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.Dengan semangat tersebut, BYD terus menghadirkan pendekatan pengembangan kendaraan yang bersifat transformatif. Teknologi berfungsi sebagai fondasi yang mengatur aliran tenaga,
menjaga stabilitas, dan mengoptimalkan respons kendaraan dengan tingkat presisi tinggi, bahkan dalam kondisi berkendara yang menuntut performa dan keselamatan lebih ekstrem. Fondasi ini kemudian diwujudkan dalam pengembangan platform kendaraan listrik generasi terbaru BYD sebuah arsitektur terintegrasi yang menjadi tulang punggung inovasi performa, kendali, dan kecerdasan kendaraan. Pendekatan tersebut dikenal sebagai e-Platform, yang merepresentasikan DNA teknologi BYD dalam bentuk paling nyata.
Tiga Teknologi Inti dalam Inovasi 3 Platform
3 Platform dikembangkan sebagai fondasi kendaraan listrik performa unggul yang menyeimbangkan tenaga, kendali, fleksibilitas, dan keselamatan. Implementasinya dapat dilihat pada Denza Z9 GT, yang sebelumnya dihadirkan di Indonesia sebagai unit display. Model ini merepresentasikan penerapan
3 Platform secara menyeluruh, bukan sebagai kumpulan sistem
terpisah, melainkan sebagai arsitektur terintegrasi sejak tahap perancangan.
Keunggulan utama 3 Platform terletak pada konfigurasi tiga motor listrik independen yang mengatur distribusi tenaga dan torsi dengan presisi tingkat lanjut. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas karakter berkendara, mulai dari akselerasi responsif hingga kestabilan optimal di berbagai kondisi jalan. Pada salah satu model unggulan Denza Z9 GT, konfigurasi tersebut menunjukkan bagaimana performa dapat dicapai dengan respons instan tanpa mengorbankan kontrol dan rasa aman.
Dari sisi struktur, e3 Platform mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), di mana baterai terintegrasi langsung ke dalam struktur bodi. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional, sehingga mendukung presisi kemudi dan stabilitas saat bermanuver, sekaligus memperkuat perlindungan pada skenario tabrakan, termasuk frontal impact dan side pole impact. Untuk menunjang dinamika berkendara, e3 Platform dilengkapi Independent Rear Wheel Steering yang memungkinkan roda belakang berbelok secara independen. Pada kecepatan rendah, sistem ini memperkecil turning radius dan memudahkan manuver di ruang terbatas, sementara pada kecepatan maksimal meningkatkan stabilitas dan kepercayaan diri saat melaju atau berpindah jalur.
Seluruh fungsi performa dan dinamika tersebut dikendalikan oleh Vehicle Motion Control yang memantau kondisi kendaraan secara real-time. Sistem ini secara aktif mengoordinasikan distribusi tenaga, pengereman, dan respons kendaraan guna menjaga kestabilan serta keselamatan dalam berbagai situasi, sehingga performa tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari aspek kecerdasan kendaraan, e3 Platform dibekali sistem Intelligent Driving yang didukung 33 sensor berkendara dan dua sensor LiDAR. Kombinasi ini memungkinkan pemetaan lingkungan dengan akurasi , mendukung fitur seperti Compass Turning untuk parallel parking dan Narrow Road Parking. Selain itu, pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter berkendara melalui pengaturan drifting pada motor belakang, memberikan kontrol respons yang lebih presisi sesuai preferensi.
Arsitektur Performa Ekstrem Berpresisi pada e4 Platform
Tidak berhenti di sana, inovasi terus dikembangkan melalui e4 Platform yang dirancang untuk menghadirkan extraordinary performance dengan presisi yang optimal. Platform ini direpresentasikan oleh Yangwang U9, model performa yang sebelumnya ditampilkan di Indonesia sebagai unit display, sekaligus memperlihatkan kemampuan Platform dalam mendorong batas
performa kendaraan listrik. Keunggulan e4 Platform terletak pada konfigurasi empat motor listrik independen yang memungkinkan kontrol individu pada setiap roda. Konfigurasi quad motor ini menghadirkan pengaturan tenaga dan torsi yang presisi, menghasilkan akselerasi sangat cepat dengan kendali dan stabilitas yang tetap terjaga, bahkan dalam kondisi ekstrem. Kemampuan tersebut tercermin pada Yangwang U9 Xtreme yang mencatatkan kecepatan maksimum hingga 496,22 km/jam. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan platform dalam mengelola tenaga, aerodinamika, dan kestabilan kendaraan pada kecepatan yang sangat signifikan, termasuk di luar batas penggunaan konvensional.
Untuk mendukung performa tersebut, e4 Platform mengadopsi Next Generation Cell-to-Body (CTB) yang menurunkan center of gravity secara signifikan. Dikombinasikan dengan kekakuan torsional tinggi, arsitektur ini menghasilkan keseimbangan optimal serta respons kemudi yang cepat dan presisi. Struktur kendaraan diperkuat melalui high-performance chassis dengan material carbon fiber integrated, serta kombinasi carbon steel dan aluminium.
Pendekatan ini mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan struktural, sehingga mendukung karakter manuver yang tajam dan terkendali.
Melalui e3 dan e 4 Platform, BYD menghadirkan arsitektur kendaraan listrik berlapis untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari keseimbangan performa dan kendali hingga eksplorasi performa ekstrem. Seluruh pengembangan ini berangkat dari prinsip bahwa teknologi harus relevan dalam penggunaan sehari-hari. Integrasi sistem penggerak, struktur kendaraan, dan kecerdasan kontrol mencerminkan kapabilitas ahli R&D BYD dalam merancang solusi mobilitas listrik yang maju, terukur, aman, dan berorientasi pada pengalaman pengguna, sebagai fondasi ekosistem mobilitas masa depan yang berkelanjutan.
