Tuesday, February 17, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArt & CultureAlunan Gitar Buatan Klaten, Melodi Menjanjikan dari yang “Tak Diperhitungkan”

Alunan Gitar Buatan Klaten, Melodi Menjanjikan dari yang “Tak Diperhitungkan”

Klaten – Riuh serutan kayu dan petikan gitar berpadu dalam harmoni dari balik tembok
sebuah rumah sederhana di Klaten, Jawa Tengah. Dari rumah itu, lahir ribuan alat musik berdawai yang telah dimainkan di berbagai penjuru Indonesia. Itulah JR Sanjaya, jenama sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi gitar dan ukulele.

Daya tarik gitar-gitar JR Sanjaya adalah harganya yang terjangkau, mulai dari Rp300 ribu sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. “Gitar adalah produk yang mahal. Saya menciptakan produk agar orang menengah ke bawah dapat menikmatinya,” ujar Didik.

Kendati harganya terjangkau, Didik tetap menjamin kualitas gitarnya. Finishing dibuat rapi. Suaranya jernih dan jelas, serta playability gitar JR Sanjaya juga terasa menyenangkan. Serasa memainkan gitar yang harganya dua kali lipat lebih mahal.

Siapa sangka gitar lokal dengan daya saing menjanjikan ini merupakan wujud kejelian mengolah berbagai elemen yang kerap tidak diperhitungkan. Ide memproduksi gitar muncul ketika pemilik JR Sanjaya, Didik Maryanto, melihat banyak pabrik mebel di Klaten menghasilkan sisa bahan kayu, seperti kayu sisa mebel ekspor dan serbuk kayu gergaji. Sisa bahan kayu ini masih memiliki nilai guna, salah satunya, untuk menjadi material pendukung pada pembuatan gitar.

“Banyak orang asing datang (ke Klaten) membuka pabrik mebel. Saya melihat itu sebagai sumber daya yang luar biasa. Kayu sisa mebel ekspor itu bisa saya buat gitar sehingga lebih efisien biaya produksinya,” ujar Didik.

Melihat peluang itu, Didik mendirikan JR Sanjaya pada 2017 dengan tiga pekerja. Sewindu kemudian, rumah yang menjadi ruang produksi kecil telah menjadi ‘markas’ bagi setidaknya 80 tenaga kerja lokal. JR Sanjaya juga mempekerjakan kelompok yang terasing dari masyarakat, yaitu orang-orang yang kehilangan pekerjaan dan penyandang disabilitas tuli dan bisu.

Setiap bulan, lebih dari 3 ribu gitar JR Sanjaya diproduksi para perajin lokal Klaten. Seiring peningkatan kapasitas produksi, Gitar JR Sanjaya tumbuh menjadi jenama gitar yang merajai platform niaga elektronik (ecommerce) Shopee pada kategori “Gitar”. Lewat dinding ruang produksi, tertulis: “Tidak ada cara untuk bertahan kecuali kualitas tinggi”, sebuah kalimat yang menjadi kompas bagi JR Sanjaya menunjukkan kualitasnya.

Tidak hanya memanfaatkan sisa kayu untuk membuat gitar, JR Sanjaya juga memberikan serbuk kayu sisa produksi gitar kepada produsen batu bata sebagai bahan bakar. Bagi Didik, langkah ini masih memberikan nilai tambah bagi limbah produksi gitar yang sebelumnya tidak dipandang penting.

Langkah JR Sanjaya Merambah Pasar Ekspor

Meski saat ini naik daun di pasar dalam negeri, JR Sanjaya belum pernah merambah pasar luar. Seluruh penjualan dilakukan sepenuhnya secara daring melalui platform niaga elektronik Shopee. Pintu pertama untuk menapaki jalan ekspor dilalui JR Sanjaya dalam bentuk pitching dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, hasil fasilitasi Kementerian Perdagangan.

“Kami belum punya pengalaman sama sekali tentang ekspor, tidak mengerti. Meski begitu, dari pitching, saya menangkap bahwa masih ada tempat untuk kami,” kata Didik.

Didik berharap, mimpinya membawa JR Sanjaya menembus pasar global dapat didukung penuh oleh pemerintah. Ia ingin impian besarnya itu dapat terwujud. “Harapannya, saya ingin pemerintah mendukung usaha ini agar bisa naik kelas. Mungkin bisa masuk manufaktur atau bisa ekspor. Intinya, agar kami bisa berkembang dan kami punya tujuan itu,” ungkap Didik.

Menyambut baik impian Didik untuk membawa gitar Sanjaya ke pasar dunia, Mendag Busan mengunjungi pabrik gitar JR Sanjaya, pada Jumat, (5/12), di Klaten, Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi dukungan kepada JR Sanjaya untuk dapat menembus pasar ekspor.

“Kami datang ke sini ingin mengembangkan JR Sanjaya melalui UMKM Berani Adaptasi Siap Inovasi Ekspor (BISA Ekspor). Kemendag akan bantu dan fasilitasi agar pelaku usaha bisa melakukan ekspor,” jelas Mendag Busan.

Kemendag memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk dapat menembus pasar global, mulai dari pelatihan dan pendampingan ekspor, presentasi bisnis (pitching), dan penjajakan bisnis (business matching). Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk dapat meningkatkan nilai jual dan mendorong produk agar bisa diterima di pasar global.

Perjalanan JR Sanjaya menunjukkan bagaimana kreativitas dan hati yang besar mampu mengubah hal yang tidak diperhitungkan menjadi produk bernilai tambah, berkualitas, dan melesat naik di pasar dalam negeri. Sekarang, pintu dunia sudah mulai terbuka. JR Sanjaya tengah menyiapkan langkah berikutnya, memasuki pasar dunia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments