Thursday, February 12, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArt & CultureSOGO dan TANDAMATA Persembahkan Koleksi Tenun Mandeu Belu dari Nusa Tenggara Timur...

SOGO dan TANDAMATA Persembahkan Koleksi Tenun Mandeu Belu dari Nusa Tenggara Timur dalam Jakarta Fashion Week 2026

Jakarta – SOGO Department Store kembali menunjukkan eksistensinya di  industri fashion Indonesia dengan menghadirkan koleksi eksklusif dalam pagelaran Jakarta  Fashion Week (JFW) 2026. Tahun ini, SOGO berkolaborasi dengan jenama ready-to-wear Indonesia, TANDAMATA, yang berkomitmen melestarikan Wastra Nusantara. Kolaborasi ini  menghadirkan koleksi terbaru TANDAMATA yang bertajuk “Uma Manaran: Rumah untuk  Keindahan & Harmoni Tenun Mandeu”

Kehadiran TANDAMATA di SOGO menjadi bagian dari kurasi SOGO yang mencerminkan  apresiasi terhadap keunikan budaya, eksklusivitas desain, dan kualitas material. Kolaborasi  ini mempertemukan warisan budaya dengan memperkuat posisi SOGO dan TANDAMATA  yang tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga menceritakan kekayaan Nusantara,  khususnya kekayaan Tenun Mandeu dari Belu, Nusa Tenggara Timur, di panggung JFW  2026. 

“Partisipasi SOGO dalam Jakarta Fashion Week 2026 merupakan wujud komitmen kami  dalam mendukung perkembangan industri fashion Indonesia. Melalui kolaborasi bersama  TANDAMATA dengan koleksi “Uma Manaran”, kami ingin menghadirkan koleksi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna budaya yang kuat. Kami percaya  bahwa keunikan dan nilai warisan Nusantara adalah sumber inspirasi tanpa batas bagi dunia  fashion modern,” ungkap Handaka Santosa, selaku CEO SOGO Indonesia. 

TANDAMATA akan menampilkan 25 koleksi terbaru yang mengangkat kekayaan motif dari  wastra Tenun Mandeu. Koleksi ini dipilih dengan tujuan untuk menampilkan karakter kuat,  nilai budaya, dan esensi eksklusif dari kekayaan Nusa Tenggara Timur. Kekuatan utama  koleksi terletak pada teknik bordir khusus yang presisi, menjadikannya metode utama untuk  ‘melestarikan’ warisan budaya dalam bingkai mode kontemporer. Motif-motif tradisional  tersebut dituangkan ke dalam detail embroidery yang dikerjakan dengan teknik presisi,  diperkaya dengan hiasan payet untuk menciptakan kesan elegan, berkilau, dan bertekstur.

Sebuah Rumah untuk Filosofi: Makna Simbolis Tenun Mandeu 

Makna Filosofis Motif Motif-motif dalam koleksi “Uma Manaran” ini menggambarkan  hubungan harmonis masyarakat Belu dengan alam dan nilai-nilai budayanya. Motif Rumah  Adat Lopo menjadi pusat narasi, melambangkan persatuan, kesatuan, dan nilai luhur. Motif  flora dan fauna mencerminkan keselarasan hidup masyarakat Belu yang menyatu dengan  alam sekitarnya. Sementara itu, deretan motif geometris menggambarkan filosofi keteguhan,  kekuatan, dan kesederhanaan. Melalui perpaduan ketiga unsur tersebut, TANDAMATA  menuturkan kisah tentang harmoni antara manusia, alam, dan warisan budaya Belu dalam  satu kesatuan makna. 

Siluet/Cutting, Material, dan Palet Warna Koleksi ini memadukan detail craftsmanship  dengan material dan bahan silk seperti Thaisilk, Organdi Silk, dan Tafetta Silk, yang  diperkaya dengan sentuhan detail embroidery (bordir). TANDAMATA menyajikan siluet  kontemporer dan wearable yang didominasi oleh gaya Tailored/Structured, Layered, dan  Flared (pada midi dan maxi dress). Cutting yang disajikan lebih ke arah Sculptural dan  Relaxed tailoring, menciptakan busana yang nyaman, longgar, dan bebas, namun tetap  tegas dan elegan. Untuk palet warna, koleksi ini didominasi oleh dark-elegant color palettes seperti Navy Blue, Maroon, Taupe, Dark Grey, dan Black, dengan aksen warna cerah  seperti Off White dan Ivory

TANDAMATA tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga menghadirkan filosofi, dengan  menjaga tradisi dan gaya modern, sebagai bentuk pelestarian budaya. Setiap koleksi adalah  interpretasi Tenun Mandeu dan kekayaan wastra Indonesia. 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments