Thursday, February 5, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArt & CultureKunjungan Hari Pertama JMFW 2026, Mendag Busan Optimistis dengan Kekuatan Produk Lokal

Kunjungan Hari Pertama JMFW 2026, Mendag Busan Optimistis dengan Kekuatan Produk Lokal

Jakarta – Ratusan pasang mata seakan tak bisa melepas pandang ketika Menteri
Perdagangan Budi Santoso melangkah di panggung peragaan busana Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Mendag Busan tampil memukau dengan balutan rompi berwarna hitam putih rancangan desainer lokal Brilianto. Berjalan bersama tiga model dari tiga jenama lokal ternama, yakni Dama Kara, Khanaan, dan Brilianto, Mendag Busan secara resmi membuka gelaran JMFW 2026.

Usai membuka acara, Mendag Busan melangkah meninggalkan panggung peragaan, menuju area Trade Exhibition yang menampilkan ratusan jenama lokal. Di sana, Mendag Busan melihat produk dan berinteraksi dengan para pelaku usaha pada stan Bank Indonesia, Wardah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Asia Pacific Rayon (APR), Shopee, dan Sarinah.

“Produk fesyen kita bagus dan keren, tidak kalah dengan produk asing. Lewat JMFW kita tunjukkan produk modest fashion Indonesia berkualitas dan berdaya saing global. Harapannya, JMFW dapat menjadi ajang untuk menggerakkan industri fesyen kita, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Mendag Busan.

Di sela kunjungan stan pameran, Mendag Busan bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (Wamendag Roro) hadir menjadi bintang tamu dalam sejumlah sesi jualan daring (live shopping) bersama jenama BWBYAZ, ZM by Zaskia Mecca, dan Heaven Lights. Hadirnya Mendag dan Wamendag merupakan bentuk dukungan penuh terhadap para pengusaha lokal yang terhubung dengan platform belanja digital. Pada live shopping tersebut, Mendag Busan dan Wamendag Roro turut mengundang seluruh penonton untuk hadir pada JMFW 2026.

Kunjungan dilanjutkan ke jenama binaan Kemendag, yang ditampilkan oleh Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN). Salah satu jenama lokal yang ditampilkan ialah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Yusuf.Ind, yang menampilkan produk modest fashion dalam busana kemeja dan baju koko laki-laki buatan tangan (handmade). Pada JMFW 2026, Yusuf.Ind menampilkan koleksi yang menggunakan dan mengombinasikan tenun Baduy.

Stan Kemendag berikutnya yang juga dikunjungi oleh Mendag Busan ialah stan dari Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur (PEPM). Salah satu jenama yang tampil adalah Althafunissa, jenama fesyen muslim asal Bogor. Althafunissa membuktikan bahwa produk yang sepenuhnya diproduksi di Indonesia, dari bahan hingga produk siap jual, diminati pasar dan mampu bersaing secara global.

Marketing Communication Althafunissa Zahra menyampaikan, produk Althafunissa telah tersebar dari Aceh hingga Papua, serta telah diekspor ke Singapura, Qatar, dan Turki. Dengan hadir di JMFW 2026, ia berharap Althafunissa bisa memperluas pasarnya.

“Harapannya dengan tampil di JMFW 2026, Althafunissa lebih luas lagi dikenal. Masyarakat Indonesia juga bisa melihat kalau produk fesyen Indonesia yang dibuat dan diproduksi di Indonesia sudah sangat maju dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor. Hal tersebut diharapkan dapat menjadikan masyarakat Indonesia semakin mendukung produk lokal,” ujar Zahra.

Hari pertama JMFW 2026 memperlihatkan bagaimana modest fashion Indonesia bergerak bersama menuju sorotan dunia. Di tengah ramainya pameran tersimpan optimisme yang sama, bahwa modest fashion Indonesia memiliki kualitas mendunia yang mampu tampil di panggung nasional dan telah siap menembus pasar global.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments