Tuesday, February 24, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeCryptoBitcoin Terkoreksi ke Kisaran US$66.000, INDODAX Nilai Konsolidasi sebagai Fase Wajar Siklus...

Bitcoin Terkoreksi ke Kisaran US$66.000, INDODAX Nilai Konsolidasi sebagai Fase Wajar Siklus Pasar

warnaplus.press, Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi dalam 24 jam terakhir dan bergerak di kisaran US$66.000 setelah rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru. Tekanan makro global, terutama terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, memicu penurunan sentimen pasar kripto dan mendorong investor bersikap lebih berhati-hati.

Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin tercatat turun sekitar -1,25% ke level US$66.450 atau setara Rp1,11 miliar. Penurunan ini terjadi seiring memudarnya ekspektasi pelonggaran suku bunga dalam waktu dekat, yang turut menekan indeks sentimen pasar kripto hingga berada di level “Extreme Fear”.

Notulensi FOMC menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral AS cenderung sepakat mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, perbedaan pandangan mengenai langkah kebijakan selanjutnya memicu respons negatif pasar. Sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi masih persisten, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan pemangkasan jika tekanan harga mulai mereda.

Kondisi kebijakan “higher for longer” yang masih membayangi berdampak pada likuiditas global, ditandai dengan penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,7. Penguatan dolar ini memberi tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto, sehingga mendorong aksi jual dan penyusutan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Data FedWatch Tool CME Group juga menunjukkan pelaku pasar kini lebih konservatif, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga sebelum pertemuan Juni berada di bawah 50%. Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter global dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggapi dinamika tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai bahwa fondasi Bitcoin tetap kuat meski berada dalam fase konsolidasi. Ia menegaskan bahwa koreksi harga pasca rilis FOMC merupakan reaksi pasar yang wajar dan bersifat sementara.

Menurut Antony, pergerakan Bitcoin di bawah US$67.000 masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Ia menyebut area US$64.000 sebagai titik support kuat, dan secara historis fase konsolidasi sering menjadi landasan sebelum tren penguatan kembali terjadi di pasar kripto.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kaitan kondisi global dengan kebijakan moneter domestik. Keputusan Bank Indonesia terkait BI Rate yang berada di kisaran 4,75%–5,5% dinilai akan memengaruhi likuiditas investor dalam negeri serta stabilitas pasar keuangan domestik.

INDODAX menekankan bahwa di tengah dinamika suku bunga dan ketidakpastian global, investor tidak perlu panik menghadapi volatilitas pasar. Kondisi makro saat ini justru kembali menegaskan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang yang tangguh.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, INDODAX terus mengedukasi member agar tetap rasional dalam mengambil keputusan investasi. Perusahaan juga mengimbau investor untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research), menerapkan manajemen risiko yang ketat, serta mempertimbangkan strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi volatilitas pasar.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments