Setiap orang pasti ingin punya rumah yang nyaman. Tempat beristirahat setelah lelah seharian, berkumpul dengan keluarga, dan jadi ruang aman untuk menata hidup. Namun, sering kali impian memperbaiki atau mempercantik rumah justru berubah jadi sumber stres, bukan karena hasilnya, tapi karena biayanya yang membengkak.
Renovasi rumah bisa jadi proyek besar yang menguras energi dan kantong, apalagi kalau tidak direncanakan dengan matang. Banyak orang mulai dari sekadar ganti cat dinding, tapi berakhir dengan perbaikan atap, ubin, hingga tata listrik yang bikin biaya melambung. Supaya kamu tidak terjebak dalam lingkaran “overbudget tanpa sadar,” yuk bahas strategi perbaikan rumah yang efisien tanpa bikin dompet bolong!
- Tentukan prioritas utama, jangan semua sekaligus Kesalahan paling umum dalam renovasi rumah adalah keinginan memperbaiki semuanya dalam satu waktu. Padahal, tidak semua bagian rumah perlu segera dibenahi.
- Buat anggaran realistis dan tambahkan dana cadangan Langkah kedua yang tak kalah penting adalah membuat anggaran rinci. Banyak orang hanya menghitung biaya bahan dan tukang, padahal masih ada pengeluaran tak terduga seperti transportasi, kenaikan harga bahan, atau tambahan pekerjaan di tengah jalan.
- Bandingkan vendor dan jangan takut negosiasi Banyak orang langsung memakai jasa tukang atau kontraktor pertama yang direkomendasikan, tanpa membandingkan harga dan kualitas. Padahal, perbedaan biaya antara vendor bisa cukup signifikan.
- Pilih material yang awet dan efisien Sering kali orang tergoda membeli bahan bangunan termurah agar bisa menekan biaya. Namun, kualitas rendah justru bisa membuat kamu harus memperbaiki ulang dalam waktu singkat.
- Gunakan tenaga ahli untuk pekerjaan teknis Banyak yang berpikir bisa menghemat dengan sistem do it yourself (DIY), padahal tidak semua pekerjaan bisa dilakukan tanpa keahlian. Untuk instalasi listrik, pipa air, atau struktur bangunan, sebaiknya tetap gunakan tenaga profesional.
- Lakukan renovasi bertahap sesuai cash flow Tidak semua perbaikan harus diselesaikan sekaligus. Jika anggaran terbatas, bagi proyek menjadi beberapa tahap. Misalnya, bulan ini fokus pada dapur dan kamar mandi, bulan depan bagian ruang tamu, dan seterusnya.
- Saat dana tidak cukup, ada solusi finansial bijak Kadang, meski sudah direncanakan dengan baik, dana renovasi tetap belum cukup, entah karena harga bahan melonjak, atau ada kebutuhan tambahan di tengah jalan. Dalam situasi ini, solusi seperti Neo Pinjam dari neobank bisa jadi penolong yang tepat.
- Tenor minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan
- Limit pinjaman hingga Rp100.000.000
- Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)
- Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal


