Thursday, February 5, 2026
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeHome & Living123 Property Recap 2025: Bagaimana Generasi Muda Memilih Rumah

123 Property Recap 2025: Bagaimana Generasi Muda Memilih Rumah

  1. Apa itu 123 Property Recap: The Youth Move

123 Property Recap: The Youth Move adalah rangkuman insight berbasis data pencarian hunian di portal Rumah123 yang secara khusus membaca perilaku generasi muda Indonesia dalam mencari dan mempertimbangkan hunian sepanjang tahun 2025.

Berbeda dari laporan pasar properti pada umumnya, recap ini tidak bertujuan memotret pasar secara menyeluruh, melainkan memfokuskan analisis pada kelompok usia produktif yang berada dalam fase pembentukan aset, stabilitas finansial, dan transisi hidup, mulai dari awal karier hingga pembentukan keluarga.

Mulai pembacaan terhadap perilaku pencarian, laporan ini menunjukkan bahwa generasi muda:

  • Mencari hunian sebagai proses eksplorasi jangka menengah

  • Memprioritaskan keterjangkauan, fungsi ruang, dan konektivitas lokasi

  • Cenderung menunda keputusan beli hingga terdapat kesesuaian antara kebutuhan hidup dan kesiapan finansial.

Seluruh insight disusun dari perspektif demand behavior dan bersumber dari data agregat non-personal dari aktivitas pencarian hunian di portal Rumah123 sepanjang tahun 2025.

  1. Tema 2025: The Way We Choose Home

Generasi Muda Mulai Menggerakan Arah Pencarian Rumah di Indonesia

Tema 123 Property Recap 2025 dipilih karena sepanjang 2025, generasi muda tampil sebagai aktor utama dalam perubahan pola pencarian hunian, bukan sekadar sebagai follower dinamika pasar.

Perubahan ini tidak hanya terlihat dari sisi volume pencarian, tetapi dari cara mereka mengambil keputusan, yang semakin menunjukan karakter khas generasi usia produktif:

  • Generasi muda, lebih rasional dalam membaca harga dan kemampuan finansial

  • Lebih sadar akan fungsi hunian sesuai fase hidup

  • Lebih mengutamakan konektivitas dan efisiensi mobilitas dibanding status lokasi pusat kota

Alih-alih mengejar kepemilikan secara impulsif, generasi muda menunjukan pola pencarian yang lebih strategis, terencana, dan berbasis value jangka panjang.

  1. Data Utama & Interpretasi: Perilaku Gen Z & Young Millennial dalam Mengambil Keputusan Hunian

  1. Siapa yang Paling Aktif Mencari Hunian?

  • Data: Sepanjang 2025, aktivitas pencarian hunian di portal Rumah123 didominasi oleh kelompok usia produktif:

    • Usia 18-24 tahun: 19,9%

    • Usia 25-34 tahun: 25,6%

    • Usia 35-44 tahun: 18,0%

  • Interpretasi: Secara total, 63,5% pencarian berasal dari Gen Z dan Young Millennial (18-44 tahun). Angka ini menunjukkan bahwa generasi muda menjadi aktor utama dalam dinamika pasar properti. Namun, tingginya aktivitas pencarian tidak serta-merta menandakan kesiapan membeli. Bagi generasi muda, mencari rumah adalah bagian dari proses memahami pilihan hidup, bukan keputusan yang instan.

  1. Bagi Gen Z, Mencari Rumah Masih Soal Melihat dan Membandingkan

  • Data: Kelompok usia 18-24 tahun menyumbang hampir 20% dari total pencarian, dengan minat yang terkonsentrasi pada:

    • Hunian berukuran kecil (≤90sqm)

    • Rentang harga dalam entry-level

    • Lokasi dengan akses transportasi yang baik

  • Interpretasi: Bagi Gen Z (18-24 tahun), pencarian hunian lebih berfungsi sebagai sarana memahami pasar, menilai kemampuan finansial, dan ruang eksplorasi. Mereka membandingkan harga, lokasi, dan tipe hunian untuk membangun pemahaman, bukan untuk segera mengambil komitmen. Semakin rasional dan tidak impulsif, dengan fokus pada keberlanjutan keputusan, bukan momentum sesaat.

  1. Pencarian Hunian oleh Young Millennial Mulai Bersifat Jangka Panjang

  • Data: Pada kelompok usia 25-44 tahun, pencarian mulai terkonsentrasi pada:

    • Hunian berukuran 91-150sqm

    • Rumah tapak sebagai pilihan utama untuk kepemilikan

    • Wilayah sub-urban dengan konektivitas tinggi

  • Interpretasi: Berbeda dengan Gen Z, young millennial (25-44 tahun) mencari rumah dengan lebih jelas. Ukuran, lokasi, dan harga sudah disesuaikan dengan kebutuhan hidup dan kemampuan finansial. Pencarian dilakukan lebih terarah, karena hunian mulai diposisikan sebagai tempat tinggal jangka panjang sekaligus aset.

  1. Pencarian Rumah yang Dicari Cenderung Mengarah “Cukup”

  • Data:

    • Data pencarian hunian sepanjang 2025 menunjukkan konsentrasi minat yang kuat pada ukuran kecil-menengah:

      •  ≤60 sqm: 22,9% (±Rp545,6 juta)

      • 61–90 sqm: 16,1% (±Rp988,7 juta)

      • 91–150 sqm: 23,4% (±Rp1,58 miliar)

    • Secara keseluruhan, 62,4% pencarian hunian terkonsentrasi pada ukuran ≤150sqm.

  • Interpretasi: Data ini menunjukkan pergeseran paradigma. Generasi muda tidak lagi mengejar rumah besar sebagai simbol pencapaian, tetapi memilih hunian dengan ukuran yang “cukup”, fungsional dan selaras dengan kemampuan finansial jangka menengah. ukup untuk dikelola secara finansial, dan cukup fleksibel untuk perubahan hidup ke depan.

  1. Orientasi Pemilihan Hunian berdasarkan Mobilitas

  • Data: Wilayah dengan minat pencarian tertinggi meliputi:

    • Tangerang: 13,9%

    • Jakarta Selatan: 11,4%

    • Jakarta Barat: 9,7%

    • Bandung: 7,9%

    • Jakarta Utara: 7,1%

  • Interpretasi: Baik Gen Z maupun Young Millennial menunjukkan pola yang serupa: lokasi dinilai dari kemudahan mobilitas, bukan sekadar kedekatan dengan pusat kota. Waktu tempuh dan akses transportasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih hunian.

  1. Apartemen Dipilih untuk Fleksibilitas, Rumah untuk Rencana Jangka Panjang

  • Data:

    • Apartemen: 71,6% sewa | 28,4% beli

    • Rumah tapak: 50,1% sewa | 49,9% beli

  • Interpretasi: Perbedaan orientasi antara apartemen dan rumah tapak semakin menegaskan kematangan pengambilan keputusan generasi muda. Apartemen lebih banyak diposisikan sebagai hunian fleksibel atau instrumen yield dan mobilitas, sementara rumah tapak diposisikan sebagai aset stabil jangka panjang. Hunian tidak lagi dipandang sebagai satu keputusan besar dalam hidup, melainkan sebagai rangkaian keputusan yang menyesuaikan fase kehidupan. Menyewa ketika fleksibilitas dibutuhkan, dan membeli ketika stabilitas menjadi prioritas.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments